Ikan Kecil


Hei, ikan kecil
Yang berenang-renang di dalam kolam yang kecil
Mengapa engkau begitu gembira?
Tak tahukah kau
Bahwa duniamu hanya seluas kolam kecil?

Hei, ikan kecil
Yang menggoyang-goyangkan siripnya yang kecil
Mengapa engkau tak khawatir?
Tak tahukah kau
Bahwa mungkin sebentar lagi engkau akan dimasak di atas penggorengan yang kecil?

Hei, ikan kecil
Yang mengeluarkan gelembung udara kecil dari mulutnya yang kecil
Mengapa engkau begitu ceria?
Tak tahukah kau
Bahwa banyak bahaya mengintai dari balik batu yang kecil?

Hei, ikan kecil
Yang berlenggak-lenggok menimbulkan riak yang kecil
Mengapa engkau tak mendengarku?
Tak tahukah kau
Bahwa engkau hanyalah seekor ikan kecil?

Ugh, ikan kecil yang bodoh!

Ikan kecil itu berhenti bermain
Lalu ia datang padaku
Dari seberang kolam yang kecil
Dan berkata dengan suaranya yang kecil
“Bukankah kau juga seekor ikan kecil?”

Aku terperangah
Dan membuka mulutku yang kecil
Lalu aku melihat diriku dalam bayangan matahari yang kecil
Ups, ternyata aku juga seekor ikan kecil
Dengan sisik-sisik keemasan yang kecil

Lalu aku menggandeng si ikan kecil
Dan kami bersama-sama membuat gelombang-gelombang air yang kecil
Di dalam kolam yang kecil
Karena meskipun kami dua ekor ikan yang kecil
Namun hati kami tidaklah kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s