Satu bab dalam buku kita telah berakhir
Dan aku belum bisa merelakannya
Tetapi berapa kali pun waktu bergulir
Akhir dari kisah ini akan tetap sama

Aku terduduk di sana
Dengan buku kita dalam genggaman
Memandang pada kekosongan senja
Tanpa sesuatu yang dapat dirasakan

Karena jika aku mengenangmu
Aku hanya akan mengalirkan air mata
Karena jika aku mencintaimu
Aku hanya akan menghancurkan dunia

Aku menangis bukan karena kau pergi
Tapi karena akulah yang harus menyuruhmu pergi

Aku menangis bukan karena menyalahkan takdir
Tapi karena akulah yang harus memutuskan takdir

Aku menangis bukan karena tak dapat melakukan apa-apa
Tapi karena akulah yang melakukan semuanya

Aku menangis bukan karena kau tidak mencintaiku
Aku menangis justru karena kau sangat mencintaiku

Karena jika alam berbaik hati
Dan waktu bergulir kembali
Akhir dari kisah ini akan tetap begini
Karena kita tidak punya kuasa untuk mengganti

Dengan tanganku sendiri, aku menyingkirkanmu dari hidupku
Dengan mulutku sendiri, aku mengusirmu dari duniaku
Dengan hatiku sendiri, aku membunuh cintaku untukmu
Dan dengan air mataku sendiri, aku menyesali diriku

Karena, tahukah kau?
Berapa kalipun waktu bergulir
Akhir dari kisah ini akan terus begitu
Karena kitalah yang memutuskan takdir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s