Ada Rasa


Ada rasa
Saat sinar bulan menyentuh rambutku
Saat bintang-bintang menjatuhkan kerlipnya di mataku
Dan angin malam membelai hatiku

Ada rasa
Saat aku berdiri di sana
Saat aku terdiam menganga
Saat aku kehilangan seribu kata

Ada rasa
Saat kodok merindukan purnama
Saat ular mendambakan pohon pengetahuan
Saat kura-kura bermimpi memenangkan pacuan

Seperti manisnya aspartam mengalahkan gula
Seperti asinnya laut mengalahkan garam
Seperti pahitnya biji jeruk mengalahkan paria
Demikianlah rasa itu

Aku membatu, tak mampu berkata-kata
Karena dengan berkata maka aku kehilangan segalanya
Aku mengutuk perasaan haram ini
Karena rasa ini telah menghinakan diriku

Aku berlari menembus batas
Dan terhenti di sana
Karena aku bukan aku
Dan kau bukan kau

Semua bayang menghilang
Semua mimpi ilusi
Semua angan berguguran
Menghilanglah ilusi yang berguguran

Dan kita berdiri di sana
Menyesal namun bersyukur
Bersyukur namun menyesal
Segala rasa tiada arti

Dan perpisahan itu akhirnya tiba
Mengucapkan perpisahan dengan berlinang air mata
Namun akan sembuh seperti ular yang berganti kulit
Karena kita telah lepas dari ilusi

Aku mencintai ilusi
Kau mencintai ilusi
Dan saat ilusi itu hilang
Segalanya menjadi hampa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s