Dear Edward – A Love Letter That Would Never Been Sent


Dear Edward,

Aku mencintaimu. Aku mencintaimu bukan karena kau tampan, atau karena kau kaya, atau karena kau seorang vampir. Well, meskipun kuakui bahwa sedikit banyak faktor-faktor itu juga berperan, namun mereka bukanlah faktor utama mengapa aku mencintaimu.

Aku jatuh cinta padamu sejak membaca jilid pertama Twilight; jadi bisa kau lihat bahwa aku mencintaimu bukan karena ketampananmu – bukankah aku tidak dapat melihat wajahmu hanya dengan membaca buku?

Aku juga bukan jatuh cinta padamu dikarenakan kekayaanmu – Bella bahkan belum berkunjung ke rumahmu dan Stephenie Meyer bahkan belum mengisahkan sampai ke bagian kehidupan borjuis-mu ketika aku jatuh cinta padamu.

Dan yang terakhir, aku jatuh cinta padamu bukan hanya karena kau seorang vampir. Walaupun sejak dulu aku selalu terobsesi dengan kisah-kisah vampir, dan sejujurnya itulah salah satu daya tarikmu yang paling memikat, setelah kurenungkan baik-baik, aku tidak jatuh cinta pada setiap vampir yang kukenal – baik dalam film-film maupun novel-novel yang pernah kubaca. Bukankah hal itu sudah membuktikannya?

Jadi – mengapa aku mencintaimu?

Aku jatuh cinta padamu karena kau berusaha setengah mati agar tidak membunuh Bella, meskipun hal itu kau lakukan setengahnya untuk menutupi identitas vampir.

Aku jatuh cinta padamu karena kau diam-diam menolong Bella dari sundulan truk dan lagi-lagi berusaha menyangkalnya, dan lagi-lagi itu adalah untuk menjaga rahasiamu.

Aku jatuh cinta padamu karena kau menjemput Bella dan mengantarnya pulang, membukakan pintu mobil dan menemaninya sampai di depan pintu rumah, serta memandanginya diam-diam saat ia terlelap. Bahkan, setelah ia mengetahui identitasmu pun, kau masih berada di sana, menemaninya tidur bahkan walaupun kau sendiri tidak bisa tidur. Kau hanya berada di sana dan menemaninya hingga fajar menyingsing. Bukankah seharusnya itu adalah pekerjaan yang membosankan?

Jadi – kau lihat – aku jatuh cinta padamu karena kebaikan hatimu, dan karena kau adalah seorang gentleman sejati. Dan kupikir, dua hal itu saja sudah cukup untuk membuatku mencintaimu. Segala hal lainnya – ketampanan, kecerdasan, kekayaan, dan bahkan fakta bahwa kau adalah seorang vampir – bagiku hanya merupakan bonus, suatu hadiah sampingan dari alam untuk dirimu yang kucintai.

Aku tahu aku tidak sempurna, kau pun demikian. Sebab, mana ada manusia – dan vampir – yang sempurna? Namun apakah berlebihan jika kukatakan bahwa aku berharap, jauh di dasar hatiku, bahwa mungkin kita dapat menjadi pasangan yang sempurna? Dan satu-satunya yang menghalangi hal itu ialah ketidaknyataanmu.

Apakah vampir itu ada? Do vampires really exist? Dan jika mereka memang ada, apakah mereka seperti yang dikisahkan dalam cerita-cerita? Sebab jika ya, maka mungkin aku dapat memelihara harapan bahwa suatu hari nanti aku dapat bertemu dengan salah satu dari mereka – yang sepertimu, kuharap. Atau mungkin bahkan dirimu (aku tersenyum sendiri ketika menuliskan kalimat ini).

Aku tahu imajinasiku tidak masuk akal, namun bukankah manusia dapat bertahan dari kegilaan dunia ini karena berpegang pada mimpi-mimpi dan khayalan mereka? Karena kadang fakta dan kenyataan terlalu keras untuk dihadapi, dan kadang bahkan lebih menyakitkan daripada imajinasi manusia yang paling brutal sekalipun.

Maka, salahkah aku jika mengharapkan suatu saat nanti aku akan bertemu makhluk-makhluk imajiner – elf, werewolf, atau vampir? Mungkin kau akan berkata aku naïf, namun setidaknya aku hanya menghancurkan diriku sendiri dengan harapan kosong dan bukan orang lain.

Edward, tahukah kau bahwa sekarang aku sedang menulis surat ini untukmu? Tahukah kau bahwa aku mencintaimu, sejak pertama aku mengenalmu? Dan terlebih lagi, nyatakah kau? Dalam batasan dunia yang sempit ini, kuharap suatu saat nanti, entah kapan, entah di mana, kau dapat membaca surat ini, atau lebih baik lagi, kuharap aku dapat memberikan surat ini langsung – padamu.

 

Aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s