Gadis Icarus


Apa kau tahu bagaimana rasanya menjadi Icarus
Ketika ia terbang meninggalkan labirin Raja Kreta
Dengan sayap buatan ayahnya?

Apa kau tahu bagaimana rasanya menjadi Icarus
Ketika ia mengepakkan sayapnya jauh ke angkasa
Dan terbebas dari taring-taring Minotaur?

Aku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi Icarus
Ketika ia membubung di atas lautan
Dan menatap kilauan matahari pada warna biru di bawahnya

Aku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi Icarus
Ketika ia melayang di atas mega-mega
Terbang menuju kebebasan di tanah seberang

Yang aku tahu tentang Icarus
Adalah bahwa matanya berbinar ketika menatap matahari
Matanya berbinar ketika ia terus naik, berusaha menggapai kilau di balik permata senja

Yang aku tahu tentang Icarus
Adalah bahwa nafasnya terhela saat hangat matahari menerpanya
Dan mengesahkan mimpinya tentang padang-padang para dewa

Aku takkan pernah tahu apa yang dirasakan Icarus
Saat ia menyadari bahwa mataharinya telah melelehkan lilin-lilin di kedua sayapnya
Saat satu demi satu bulu yang dirangkainya jatuh berguguran ke air biru di bawah
Apakah ia takut?
Apakah ia takut?

Aku juga takkan pernah tahu apa yang dirasakan Icarus
Saat bobot tubuhnya perlahan mengkhianatinya, menariknya jatuh ke bawah
Saat otot-otot di kedua lengannya mulai terasa kebas mengepak, namun tetap sia-sia
Apakah ia tahu?
Apakah ia tahu?

Yang aku tahu tentang Icarus
Adalah bahwa saat ia perlahan meluncur ke bawah
Matanya tetap terpancang pada sang mentari, dan tetap berbinar

Yang aku tahu tentang Icarus
Adalah bahwa saat kedua sayapnya mulai terlepas
Bibirnya tetap tersenyum, senyum terakhir kepada sang mentari senja

Dan ketika matanya perlahan terpejam
Lengkungan bibirnya tetap abadi
Meskipun sayapnya terkoyak
Angannya tetap berada di sana, melayang di antara mega-mega
Selamanya bersama sang mentari

Dan tahulah aku
Tak penting lagi apa yang dirasakan Icarus
Ketika ia terjatuh, ketika ia meluncur, ketika ia terkoyak
Karena matanya tetap berbinar
Dan bibirnya tetap tersenyum

Adalah bahwa ia tidak menyesal
Tidak menyesal telah berusaha menggapai mentari
Tidak menyesal telah mengepakkan sayapnya semakin tinggi, dan semakin tinggi
Hingga akhirnya ia terbakar, ia tidak menyesal
Karena ia pernah berusaha menggapai mentari

Kau, matahariku
Dan aku, sang gadis Icarus-mu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s