Jalan Kita (dedicated to my brother and all my cousins)


Hei, apa kalian masih ingat?
Tahun-tahun yang lalu, ketika kita masih kanak-kanak
Yang usianya cuma satu digit, dan bisa dihitung dengan jari?
Ketika kita bermain di mana saja yang kita inginkan; di jalan, di teras rumah; kita bahkan mengusir orang-orang berumur dua digit supaya kita bisa bermain dengan asyik
Ketika kita dimarahi pun; kita hanya mencibir – toh dunia hanya milik kita – siapa yang peduli?

Apa kalian masih ingat?
Permainan-permainan yang biasa kita mainkan dulu?
Permainan petak umpet, karet gelang, masak-masakan; dan hei – jangan lupakan boneka-boneka kertas sekali pakai yang wajahnya kita gambari dengan sepenuh hati!

Lalu, apa kalian masih ingat?
Betapa seringnya kita bertengkar?
Bahwa persoalan sekecil apapun bisa kita pertengkarkan berjam-jam
Atau persoalan (yang menurut orang dewasa) sebesar apapun dapat kita acuhkan hanya untuk mencuri sejam-dua jam berkeliaran di jalan?

Ketika aku menyembunyikan sebelah sandal kalian, sehingga kalian terpaksa berjalan melompat-lompat sambil mencari petunjuk yang kuberikan – namun kita semua tertawa bersama?
Ketika kalian menertawaiku saat aku jatuh di selokan depan rumah, lalu aku menangis – lebih karena tawa kalian dibandingkan dengan jatuhnya
Apa kalian masih ingat itu?

Ketika kita pergi bersama-sama
Bercanda bersama, tertawa bersama, bertengkar bersama
Bahkan, mengakal-akali orang dewasa dan terkikik setelahnya
Aku harap kalian masih ingat semua itu

Sekarang, kita telah berada di jalan yang berbeda-beda
Jalan yang bahkan kita tidak tahu apa dan di mana ujungnya
Betapapun, tetap kita jalani dengan sepenuh hati
Bukan karena kita tidak punya pilihan – bukan itu
Melainkan karena itulah jalan kita, jalan yang telah kita bangun dan kita pilih sendiri
Tak peduli seberapa berat, seberapa panjang, atau seberapa berbatunya jalan itu
Jalan itu tetap berharga untuk dijalani – karena itulah jalan kita

Beberapa tahun lagi, mungkin jalan ini akan sedemikian bercabangnya sehingga kita tidak akan tahu keberadaan satu sama lain
Jika saat itu tiba, masihkah kalian akan mengingatku?
Atau setidaknya, mengingat saat-saat ketika kita dulu bersama?
Jika jalan kalian telah bertemu dengan jalan orang lain, dan seandainya kalian telah memutuskan untuk menjalaninya dengan orang lain itu
Masihkah kalian akan mengingat jalan kita dulu?
Karena sebelum jalan ini bercabang, ingatlah bahwa dulu kita pernah berjalan di jalan yang sama – jalan kita

Pergilah, saudara-saudariku, tempuhlah jalan kalian masing-masing
Dan pelajarilah sesuatu yang berharga dalam perjalanan kalian
Dan jika suatu saat kelak kalian ingin mengetahui awal dari perjalanan ini
Kalian tinggal berbalik ke belakang – dan pandanglah jalan kita
Ingatlah bahwa kita pernah berjalan bersama di sana – susah dan senang, sedih dan gembira
Kenanglah jalan kita, dan tersenyumlah
Lalu teruskanlah perjalanan kalian
Dengan mengetahui bahwa jalan kita akan tetap abadi dalam ingatan kita masing-masing
Sebagaimana kita tidak akan pernah melupakan satu sama lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s