Karena Kita Teman


A few can survive without family
A few more can survive without lover
But no one can survive without friends

Karena saat aku tertawa
Kalian ikut bergembira
Dan aku bertanya, “Kenapa?”
Kalian menjawab, “Karena kita teman.”

Karena saat aku menangis
Kalian ikut bersedih
Dan aku bertanya, “Kenapa?”
Kalian menjawab, “Karena kita teman.”

Saat aku sedang bimbang, dan membutuhkan sedikit nasihat
Kalian datang dan memberikan segudang kebijakan
Dan aku bertanya, “Kenapa?”
Kalian menjawab, “Karena kita teman.”

Saat aku sedang gelisah, dan membutuhkan sedikit waktu untuk sendiri
Kalian tidak pergi, kalian tinggal di sana dan menemaniku dalam sepi
Dan aku bertanya, “Kenapa?”
Kalian menjawab, “Karena kita teman.”

“Karena kita teman,” katamu, “maka setiap kau tertawa, aku akan ikut gembira,”
“Meskipun aku tidak tahu apa yang lucu, namun bukankah senyummu telah mengatakan semuanya?”
“Karena kita teman,” katamu, “maka setiap kau menangis, aku akan ikut bersedih,”
“Meskipun aku tidak tahu apa yang menyakitkan, namun air matamu telah mengatakan semuanya.”

“Karena kita teman,” katamu, “bukan berarti aku akan selalu menangis bersamamu,”
“Karena aku tahu bahwa akulah yang harus menghapus air matamu.”
“Karena kita teman,” katamu, “bukan berarti aku akan mengiyakan segala inginmu,”
“Karena aku tahu bahwa akulah yang harus menjagamu agar tidak tersesat.”

“Mungkin suatu saat nanti kau akan menemukan teman yang lebih baik daripada aku,”
“Dan jika saat itu tiba, aku akan melambaikan perpisahan dengan segala sukacitaku.”
“Namun ingatlah, jika suatu saat kau tiba-tiba membutuhkan aku,”
“Kau tinggal berbalik dan kau akan menemukanku tepat di sana.”
“Karena kita teman.”

“Mungkin juga suatu saat nanti aku akan mengecewakanmu,”
“Dan jika saat itu tiba, mungkin kau tidak akan mau memaafkanku.”
“Namun ingatlah, jika suatu saat kau tidak marah lagi padaku,”
“Kau tinggal memanggilku, dan aku akan berada di sana untukmu.”
“Karena kita teman.”

“Atau mungkin suatu saat nanti kita harus berpisah,”
“Karena dunia ini luas, teman, dan kita memiliki impian masing-masing.”
“Namun ingatlah, jika suatu saat nanti kau terkenang padaku,”
“Maka tahulah kau bahwa pada saat yang sama aku juga tengah memikirkanmu.”
“Karena aku tidak akan pernah melupakanmu, karena kita teman.”

Dan karena kita teman, maka kalian membuatku mampu menghadapi saat-saat terberat dalam hidupku
Karena kita teman, dan kita menertawakannya bersama
Dan karena kita teman, maka kalian membuatku mampu mengenal diriku yang sesungguhnya
Karena kita teman, maka aku jadi lebih mencintai diriku sendiri

Mungkin aku bukan teman yang baik
Mungkin aku sering mengecewakan kalian
Mungkin aku sering bertindak semauku
Tapi kalian tidak pernah pergi
Karena kita teman

Mungkin ini hanya takdir
Mungkin ini bahkan hanya kebetulan
Bahwa pertemuan kita, persahabatan kita, terjadi
Tapi aku menyukainya
Karena kita teman

Mungkin aku tidak pernah bilang
Mungkin aku tidak akan pernah bilang
Karena tidak semua kata-kata bisa diucapkan
Dan tidak semua perasaan bisa diungkapkan
Tapi ketahuilah satu hal kecil ini
Bahwa aku sayang kalian, teman-teman…

I thank God because He created you
Because good friends are the most precious blessings a man could have.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s