Manusiawi


Tuhan murka:

Kau bukan tuhan, manusia!
Berhentilah menganggap dirimu berkuasa
Berhentilah mengatur-atur seenakmu
Akan dunia, manusia, bahkan tentang Aku

Kau bukan tuhan, manusia!
Jangan merasa dirimu sebegitu hebatnya
Karena kau cuma tercipta dari debu
Dan akan kembali menjadi abu

Kau bukan tuhan, manusia!
Dan kau ingin memanjat Menara Babel, ha!
Penghujatan sombong yang sangat lucu
Karena Aku akan menjatuhkanmu kembali ke tempatmu

Manusia membalas:

Kau bukan manusia, Tuhan!
Kau tidak tahu rasanya, bukan?
Beratnya perjuangan hidup di dunia ini
Tentu, karena Kaulah yang menjatuhkan kami ke bumi

Kau bukan manusia, Tuhan!
Kau tidak pernah mengalaminya, bukan?
Terombang-ambing antara surga dan neraka, tidak pasti
Karena kata-Mu, hanya titah-Mu lah yang abadi

Kau bukan manusia, Tuhan!
Jadi berhentilah mengancam kami dengan Setan
Dan berhentilah mengerti seakan kau mengerti
Karena kau takkan pernah tahu rasanya jadi kami

Setan muncul dan berkata:

Tuhan dan manusia, kalian sungguh lucu
Kedua makhluk yang menciptakan aku
Namun membuangku jauh ke dalam neraka
Hanya untuk menjaga pintu bagi para pendosa

Tuhan dan manusia, aku geli
Tuhan menciptakan manusia dan membuangnya ke bumi
Dan manusia menciptakan Tuhan dalam gambaran pikiran
Tanpa aku pun, kalian akan saling membenci dan memusnahkan

Tuhan dan manusia, ayo lihat ke sini
Sebab meskipun aku berada jauh di palung bumi
Aku masih lebih baik daripada kalian
Manusia yang menuhankan diri, serta Tuhan yang dipersonifikasikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s