Untitled


Aku lelah
Aku gundah
Benarkah ini?
Tak adakah lagi?

Sejak kusadari
Ini salah
Aku tak sanggup
Ini salah

Kenyataan itu datang menghantam tiba-tiba
Menghunjam bagai belati bermata dua
Aku tersadar dalam tiada
Betapa kejam diriku hampa

Mengapa harus menunggu hingga kini
Saat rasa telah berurat akar di dalam nadi
Dan saat pohon besar tumbang
Maka tanah pijakannya pun berlubang

Kekosongan melanda
Cahaya meredup
Suara mendesah
Dan warna mengabur

Aku buta
Aku bisu
Aku tuli
Aku mati

Benarkah sehabis gelap terbitlah terang?
Karena di tempatku, matahari telah membeku
Membawa dingin merasuk jiwa
Bahkan bulan pun membuang muka

Wahai setan
Bawalah aku bersamamu
Kubuang jiwaku ke dasar neraka
Agar rasa ini mati selamanya

Dan
Sepi

Aku kembali seorang diri
Tiada tanya tiada jawab
Karena aku memang sendiri
Dan akan selalu begitu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s