Valentine Tahun Ini Kurayakan Berdua Dengan Istriku


Valentine tahun ini kurayakan berdua dengan istriku. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami merayakannya dengan makan malam berdua di rumah. Aku menyiapkan meja, membuka botol anggur, lalu mengatur piring-piring perak untuk kami berdua.

Aku duduk di ujung meja yang satu, sementara istriku duduk di ujung yang lainnya. Aku menatapnya. Istriku sungguh cantik malam ini, dalam balutan gaun putih kesukaannya. Rambutnya yang ikal digelung dengan rapi dan ditata dengan gaya sederhana. Wajahnya tidak disaput riasan apapun – kami berdua lebih menyukai wajahnya yang tanpa riasan – lebih cantik dan anggun. Meskipun akhir-akhir ini istriku tampak agak pucat dan kurus, namun sama sekali tidak mengurangi keindahan bentuk wajahnya, tulang pipinya yang tinggi, dan bulu matanya yang lentik. Aku takkan pernah bosan memandangi wajah cantik istriku, meskipun sudah sekian puluh tahun aku memandanginya setiap hari.

Aku menuangkan anggur untuk kami berdua, lalu mengangkat gelas ke arah istriku, mengajaknya bersulang.

“Untuk kita,” gumamku. Cahaya lilin yang berkelap-kelip mengaburkan ekspresi wajahnya saat memandangku.

Aku menopangkan dagu, lalu menatap istriku. Ia tidak menemaniku bersulang. Ia hanya duduk terdiam, tak menyentuh makanannya sama sekali. Matanya yang indah menatapku kosong. Sepercik kepedihan menyeruak masuk ke dalam hatiku. Ah, apakah ia masih marah padaku?

Apakah ia masih marah karena kejadian minggu lalu? Aku tidak sengaja. Betul-betul tidak sengaja. Waktu itu aku gelap mata. Kejutan yang sudah berbulan-bulan kurencanakan, kurahasiakan darinya – aku bahkan berbohong untuk menyempurnakannya – lalu aku pulang ke rumah lebih awal untuk mengejutkannya…

Rasa panas kembali bergulung di dadaku saat bayangan itu melintas di depan mataku – wajah pria itu, ekspresi kaget istriku, dan warna merah yang mengaburkan pandanganku…

Ah, tapi sudahlah. Toh kami sudah berdamai kembali. Istriku akhirnya menyadari bahwa ia lebih mencintaiku, dan ia kembali padaku. Aku menggeser kursiku ke sisinya dan meraih tangannya yang halus. Dengan perasaan meluap-luap aku mengeluarkan sebuah kotak dari sakuku, membukanya, dan mengeluarkan sebentuk cincin bertatahkan berlian.

“Selamat hari Valentine, Sayangku,” Aku menyematkan cincin itu di jari manis tangan kanannya, lalu mengecup tangannya lembut. Aku sungguh bahagia. Sekarang ia akan berada di sisiku untuk selamanya. Aku mencintainya. Ia pun mencintaiku. Kami berdua saling mencintai.

Aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku. Sudah lewat tengah malam. Valentine sudah berakhir. Istriku pun pasti sudah kelelahan.

Aku bangkit dari kursi, dan membungkuk untuk mengecup dahinya. Dan bibirnya. Lalu, seperti malam-malam Valentine sebelumnya, aku akan menggendongnya dari meja makan ke tempat tidur, dan kami akan melewatkan malam yang penuh cinta itu berdua.

Aku membawanya ke kamar tidur kami. Di sana, perlahan aku membaringkannya ke atas ranjang, kemudian mulai membuka satu per satu pakaian yang dikenakannya. Aku melipat gaun putih yang cantik itu dengan hati-hati, kemudian meletakkannya dengan rapi di dalam lemari. Setelah selesai, aku berdiri sejenak mengagumi keindahan tubuhnya, lekuk wajahnya yang halus, rambut ikalnya yang memesona. Kemudian aku membopongnya dan menurunkannya ke dalam cairan berbau tajam yang mengisi hampir dua pertiga dari wadah logam yang terletak di sebelah kiri tempat tidur.

Sambil memandangi tubuhnya yang mengikuti gaya gravitasi, aku memandang matanya. Ia juga memandang mataku. Kami saling bertatapan, sehingga akhirnya mata itu ditutupi oleh lapisan cairan yang akan memertahankan kemudaannya. Memertahankan kebersamaan kami.

See you next Valentine, my dear. I love you.” bisikku penuh cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s