Why Can’t I Be Happy?


Q: Why can’t I be happy?
A: Why don’t you let yourself be happy?

I am an introvert and sometimes I need a time for myself. I need some solitude from time to time. Jadi, malam ini saya memutuskan untuk menyendiri sejenak. Saya pergi berjalan-jalan seorang diri untuk pertama kalinya dan menghabiskan beberapa jam sendirian. I kind of wanted an unexpected adventure.

Saya duduk di salah satu warung kaki lima di pinggir jalan dan sambil menunggu pesanan makanan datang, saya menebarkan pandang ke sekeliling. Meja-meja di sekitar saya hampir semuanya penuh. Mungkin karena saat ini sedang malam minggu. Ada yang datang bersama anaknya yang masih kecil, ada yang datang bersama pasangannya, ada pula yang datang bersama teman-temannya. Everyone was with their own someone. Saya adalah satu-satunya orang yang duduk sendiri malam itu. Oleh karena itu, saya bebas mengamati kelompok-kelompok yang tengah bercengkerama sambil menikmati waktu tersebut.

Everyone has their significant someone, and they seem to be happy about it. Semua orang tersenyum. Semua orang tampak gembira. Dan untuk pertama kalinya dalam jangka waktu yang panjang, I don’t feel alone at all. Selama ini, jika saya sedang sendiri dan melihat orang-orang yang tengah menikmati kebersamaan bersama their special someone, entah itu keluarga, teman, maupun kekasih, selalu ada sepercik perasaan iri yang timbul dalam diri saya. I envy them because they look so happy spending time with their company, but especially I envy them because they have someone to share the moments together. Mungkin saya juga tampak segembira itu ketika sedang berkumpul bersama keluarga maupun teman-teman, namun the hell with that – ada saat-saat di mana saya merasa sepi jika melihat kebahagiaan orang lain. Entah mengapa, malam ini terasa berbeda. Dengan sekian banyak kumpulan orang-orang yang berbahagia di sekitar saya, for the first time in my life I feel happy and contented just looking at them, without any envy or jealousness. I don’t feel alone or lonely. I am simply happy because they are happy. And it was a wonderful feeling. Padahal tidak ada seorang pun yang saya kenal di sana. I am merely a stranger in a crowd, only a face with no name.

Tak pernah saya sangka bahwa “being no one” itu sedemikian menenangkan. The feeling of being a stranger in a crowd, not knowing anyone, simply exchanging smiles with people you just meet for the first time, enjoying the exact moment you breathe. There’s no one to impress, no mask to wear, no feelings to hide. For a while, I forget about the past, I stop worrying about the future, I let go of all the feelings, love and hate, unrequited love, the feeling of being unworthy; I let them all go for a while. Pada saat itu, there’s no family, no friends, no special someone in my mind. Pada saat itu, yang ada hanya saya, orang-orang asing di sekitar saya, dan momen saat itu. Dan itu, entah mengapa, melegakan.

Saya jadi teringat beberapa artikel yang sempat saya baca beberapa hari yang lalu berjudul “Is There Something Between Us?” dan “Handling Fear of Rejectionand something hits me hard. All the shit that happens – what if they’re not entirely because of you? Mau tidak mau, kita terbiasa dengan ungkapan “what you get is what you deserve” sehingga secara tidak sadar kita men-judge bahwa semua kesialan, ketidakbahagiaan, semua penolakan yang kita terima adalah disebabkan oleh diri kita sendiri – meskipun kadangkala kita bahkan tidak mengerti di mana letak kesalahan kita. We just accept that shit happens to us and that’s all our responsibility. So what if it’s not? Maybe it’s not you. Maybe it’s them. Jika seseorang berkata kasar pada Anda, mungkin bukan salah Anda sepenuhnya. Mungkin orang tersebut sedang mengalami a bad day. Jika seseorang menyakiti Anda, mungkin bukan gara-gara Anda saja. Mungkin orang tersebut sedang menghukum dirinya dengan menyakiti orang lain. Maybe he/she is simply a hateful person. Jika seseorang meninggalkan Anda, mungkin bukan karena Anda tidak cukup baik untuknya. Mungkin justru Anda-lah yang lebih baik dan dia merasa so insecure mengenai dirinya sendiri sehingga meninggalkan Anda. Have you ever thought about it? That maybe it’s not completely your fault?

If you really think about it, you’ll understand that rejection is never truly about you. Today, years after this hit my head in the first time, I recognize that most girls who reject, look tough and bitchy are usually the ones who are so insecure about themselves.
Rarely it was because of my approach to them.
RARELY it was because of you!” – Lex dePraxis (@lexdepraxis)

They said shit happens for a reason. They forgot to mention that sometimes the reason is simply because they’re basically shit.

So stop letting the past hurt you and the future make you worry. Stop trying to be a hero and taking all the burdens. Stop blaming yourself or feeling guilty for all the shit that happens to anyone including yourself. Let go of all the “what if” and “if only” and “I could have” and “I should have”. Focus on the present and be happy. Bukannya saya menyarankan Anda untuk apatis, tidak belajar dari masa lalu dan tidak merencanakan masa depan dengan baik; just do the best you can and let them – God or gods or mother nature or fate or karma or science or anything – do the rest.

Happiness is just a state of mind. It’s a choice. It’s your choice. People don’t feel happy mostly because they don’t let themselves to be happy. Jadi, jika ada orang yang mengklaim bahwa dirinya tidak bahagia, saya akan bertanya balik, “Have you let yourself be happy?” 🙂

 

Some articles worth-reading:
http://hitmansystem.com/tentang-romansa/is-there-something-between-us.html
http://hitmansystem.com/tentang-pria/handling-fear-of-rejection.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s