Proses vs Hasil


Semasa ospek dulu, salah seorang senior pernah bertanya, “Mana yang lebih penting, proses atau hasil?” Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pertanyaan yang masih saya pikirkan hingga saat ini.

Mana yang lebih penting, proses atau hasil?

Waktu itu, kebanyakan teman sesama mahasiswa baru menjawab “hasil” dan kemudian ditegur oleh senior kami. Dulu saya belum mengerti. Mungkin karena saat itu kami baru saja lulus SMA, yang standar kelulusannya dinilai oleh hasil dan bukannya proses.

Tetapi, saya kira naif jika menilai proses adalah selalu lebih penting daripada hasil. Dalam beberapa kasus, mungkin iya. Namun lebih banyak kondisi di mana hasil akan menentukan nilai dari keseluruhan proses. Apakah ini cuma pola pemikiran saya? Mungkin juga.

Bagi saya, proses dan hasil keduanya merupakan faktor yang nyaris sama pentingnya dalam melakukan apapun. Namun, jika disuruh memilih, saya akan tetap memilih hasil. Mengapa? Bagi pelaku kegiatan, mungkin hasil tidaklah terlalu penting dibandingkan dengan proses. Orang yang benar-benar memiliki passion dalam pekerjaannya akan menjalankan proses dengan sepenuh hati; mereka menikmati proses; dan bagi mereka, hasil hanyalah efek samping dari proses yang sesungguhnya merupakan inti dari apa yang mereka lakukan. Baik atau jeleknya hasil hanya sedikit mempengaruhi kepuasan yang mereka peroleh selama menjalankan proses.

Namun, apakah hal ini dapat berlaku bagi orang yang bukan pelaku kegiatan tersebut? Menurut saya, kecil kemungkinannya. Jika Anda melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain atau orang banyak, saya kira mereka akan lebih menghargai hasil yang dapat Anda berikan kepada mereka, ketimbang menghargai proses yang telah Anda jalani. Bahkan, tidak jarang mereka tidak mau tahu apapun proses yang Anda lakukan, selama Anda dapat memberikan hasil yang baik bagi kepentingan bersama. Salahkah itu? Tidak juga. Bagaimanapun, tidak semua orang menikmati proses yang sama, dan semua orang perlu untuk memandang suatu persoalan dari kacamata dan sudut pandang pihak lain sebelum memberi penilaian.

Di sisi lain, pencapaian hasil tanpa menjalankan proses yang baik dan benar juga kurang memuaskan. Untuk jangka pendek, mungkin “hasil yang baik” saja sudah cukup, namun untuk jangka panjang, hal ini perlu dipertimbangkan kembali. Jika hanya memburu hasil tanpa mempedulikan bagaimana proses dijalankan, kita akan terjebak dalam suatu lingkaran instan yang tidak dapat bertahan lama.

Pada akhirnya, semua ini tergantung dari sasaran Anda. Jika Anda hanya fokus pada jangka pendek, maka kejarlah “hasil”, namun jangan terjebak pada pola pikir yang instan seperti itu. Jika Anda bisa “naik level” dan fokus jangka panjang, maka kejarlah “proses”. Mengejar “hasil” adalah penting jika Anda melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain lebih dari kepentingan Anda sendiri, dan mengejar “proses” adalah lebih untuk kepentingan proses pembelajaran individual. Namun, alangkah baiknya jika Anda bisa mengejar “hasil” sekaligus menikmati “proses” secara bersamaan, sebab sesungguhnya “hasil” dari suatu proses adalah merupakan bagian dari “proses” lain untuk mencapai hasil lain yang lebih besar. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s