Kontes Bakat dan Penilaian


Akhir-akhir ini saya sering menyaksikan berbagai kontes bakat di TV; kadang kontes bernyanyi, namun lebih sering kontes memasak. Apapun tema kontesnya, ada beberapa hal serupa yang saya temui.

Pernahkah Anda memerhatikan bahwa ketika tiba giliran para juri untuk menilai penampilan maupun hasil (masakan) para kontestan, mereka jarang sekali menonjolkan kekurangan kontestan tersebut? Kebanyakan komentar yang diberikan bernada serupa, misalnya “Itu bagus, blablabla, namun ada kekurangan yaitu saat blablabla.” Ataupun, jika kontestan tersebut tidak ada bagus-bagusnya, paling komentar yang keluar adalah “Tadi kok jelek sekali ya. Mungkin sebaiknya nanti kamu blablabla.”

Beberapa hal yang dapat saya simpulkan dari penilaian dan komentar para juri kontes bakat adalah sebagai berikut.

  1. Para juri hampir tidak pernah memberikan komentar yang bersifat menjatuhkan para kontestan. Sejelek apapun penampilan kontestan, selalu ada hal-hal positif yang diselipkan di sana. Metode sandwich? Bisa jadi.
  2. Para juri, jika ingin mengeluarkan kritik, seringkali menyertakan saran-saran yang sifatnya membangun agar kekurangan yang dilakukan peserta bisa diperbaiki di kemudian hari, terlepas dari apakah peserta tersebut “dipulangkan” atau tidak pada episode tersebut. Ada kritik, ada solusi; bukan cuma sekadar protes basa basi kemudian lepas tangan. Kritiknya pun berdasar, bukan cuma asal buang kentut yang tidak bisa dilacak asal usul serta kebenarannya.
  3. Para juri jarang membanding-bandingkan antara kontestan yang satu dengan kontestan yang lainnya (kecuali jika peserta tinggal dua orang). Mengapa? Psikologi sederhana, tidak ada orang yang suka dibanding-bandingkan dengan orang lain, apalagi jika mereka sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menampilkan yang terbaik dari diri mereka. Anda menilai kontestan A, maka Anda akan fokus pada penampilan kontestan A, dan bukannya fokus pada “perbedaan antara A dengan B atau A dengan C”.
  4. Kalaupun harus membandingkan, biasanya yang dibandingkan adalah keunggulan dan bukannya kejelekan, dan tidak pernah sampai menjelek-jelekkan kontestan pesaingnya. Menjelek-jelekkan pun, selalu yang dijelekkan adalah performanya, dan bukannya bermain strawman ataupun menyerang karakter. Pendapat pribadi saya, jika kita dengan bebalnya berkeras menjelekkan salah satu peserta secara membabi buta agar peserta lain “seolah-olah” lebih tinggi (unggul secara relatif), itu kurang cerdas. Dan penonton umumnya bisa membedakan antara juri yang cerdas dengan juri yang kurang cerdas.
  5. Para juri diharapkan tidak bersikap subjektif dalam memberikan penilaian. Itulah mengapa keputusan tidak pernah diberikan secara mutlak pada satu orang saja, melainkan secara kolektif. Betapapun demikian, saya jarang menjumpai ada juri yang sangat subjektif dalam menilai kontestan, mungkin karena para juri adalah mereka yang profesional di bidangnya masing-masing, dan profesionalisme seringkali berbanding lurus dengan objektivitas serta kualitas penilaian.

Apakah pengalaman saya mirip dengan pengalaman Anda? Yah, asal saja kontes bakatnya bukan acara ecek-ecek yang tidak berkelas 🙂 Bagaimanapun juga, banyak hal positif yang bisa saya petik dari hasil pengamatan terhadap para juri kontes bakat. Yang saya sebut di atas hanya sebagian kecil.

Poinnya, apakah kita sudah bisa menjadi sebijaksana dan se-tidak berat sebelah demikian dalam memberikan penilaian terhadap orang lain? Kalau belum, maka mungkin kita memang belum pantas untuk menjadi “juri” untuk menilai, apalagi menghakimi orang lain. Mungkin kita memang tidak berbakat untuk menjadi seorang juri. Mungkin sebaiknya kita jadi penonton dulu saja, yang dengan setianya mendukung kontestan favorit kita agar tidak “dipulangkan” pada episode berikutnya. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s