Perkenalkan, Mama Saya :v


Saya belum pernah bisa menang beradu argumen dengan mama saya.

Mama: “Perempuan itu harus tahu bagaimana caranya mengerjakan pekerjaan rumah tangga.”
Saya: “Kan sekarang zaman emansipasi, perempuan juga bisa berprofesi sebagai wanita karir, selain sebagai ibu rumah tangga.”
Mama: “Iya, tapi meskipun perempuan sudah bisa bekerja di luar rumah, namun dia tetap harus tahu bagaimana caranya menyapu, mengepel, memasak, dan mengurus rumah tangga.”
Saya: “Kalau wanita karir kan kerja, dapat gaji, terus bisa bayar pembantu untuk mengerjakan itu semua. Jadi kompensasinya begitu.”
Mama: “Terus, kalau pembantumu pulang kampung selama satu bulan, kamu tidak menyapu rumah selama satu bulan?”
Saya: “Ya kan bisa cari pembantu pengganti selama satu bulan itu.”
Mama: “Meskipun pembantu kamu banyak, tapi mereka akan lebih menghormati dan menghargai kamu kalau mereka melihat kamu juga bisa dan mampu mengerjakan apa yang kamu perintahkan pada mereka, dan bukan hanya main menyuruh-nyuruh saja seperti bos besar.”
Saya: “…”
Mama: “Coba kalau misalnya dokter seniormu kerjanya cuma menyuruh-nyuruh, tapi ketika dia yang disuruh melakukan hal yang sama oleh seniornya dan ternyata dia tidak tahu melakukan hal yang disuruhkan, bagaimana? Kamu pasti akan hilang respek ke dia kan?”
Saya: “…”

Iya juga sih. Pokoknya, kalau kelak saya jadi pintar berargumen, itu karena sering latihan sama mama saya. :v :v :v

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s