Pasien Cerewet


Jangan sekali-kali berkata pada pasien “Ah, bapak/ibu cuma sakit anu saja, ga usah terlalu heboh deh,” dengan tujuan untuk menyepelekan penyakitnya, meskipun kita sebagai tenaga medis mengetahui dengan pasti bahwa masih banyak penyakit lain yang lebih serius dibandingkan dengan penyakit pasien tersebut.

Pasien datang berobat pada Anda berarti ia sudah memercayakan pengobatannya pada Anda. Pasien yang datang berobat umumnya tahu bahwa ia sedang sakit, dan ia memahami bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Jadi, jangan berkata kepada pasien Anda bahwa ia “cuma sakit anu” karena bukan Anda yang sedang sakit – kecuali jika Anda mengatakan demikian dengan tujuan untuk menghibur dan menenangkan pasien.

Ketika saya sakit, radang tenggorokan misalnya, maka bagian diri saya yang dokter akan berkata, “Ah, cuma radang tenggorokan, tidak parah pula. Ini sama sekali bukan apa-apa.” Tetapi di sisi lain, bagian dari diri saya yang sedang menjadi pasien menjawab, “Enak saja. Mau sakitnya parah atau ga parah, tetap saja rasanya ga enak. Kamu bisa bilang begitu karena bukan kamu yang merasakan tidak enaknya sakit itu bagaimana.”

Ada berbagai macam tipe pasien, dan setiap pasien adalah unik dengan penyakitnya masing-masing. Tugas kita sebagai tenaga medis ialah membantu pasien memahami apa yang sedang terjadi pada tubuhnya, beserta kemungkinan-kemungkinan penanganan yang tersedia, kemudian membantu/mendampingi pasien untuk melalui proses (pengobatan) apapun yang dipilihnya sendiri. Saya tidak tahu mana yang lebih menyeramkan sebagai pasien, tidak tahu-menahu mengenai apa yang terjadi pada tubuh saya, ataukah justru mengetahui dengan pasti apa yang sedang saya alami, lengkap dengan semua kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi. (Kemungkinan yang kedua, soalnya berdasarkan pengalaman, para dokter/tenaga medis biasanya justru adalah pasien-pasien yang paling cerewet.)

Sebaiknya kita jangan menyepelekan penyakit pasien di hadapannya, karena perasaan orang yang sedang sakit biasanya gampang tersinggung. 🙂 Kalau sesekali mau curhat di belakang, bolehlah, selama tetap menjaga kerahasiaan dokter-pasien. Yang perlu kita ingat adalah, sebelum menjadi tenaga medis, kita adalah orang awam; dan sepandai-pandainya kita sebagai tenaga medis, pasti pernah mengalami sakit juga. Jadi, jangan lakukan pada pasien Anda apa yang tidak ingin Anda alami jika Anda sedang sakit dan sedang menjadi pasien. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s