Kematian


Mati. Apa itu mati? Apa yang terjadi dalam proses perpindahan dari kehidupan ke kematian? Terlepas dari apa yang terjadi selama kematian, saya lebih tertarik untuk bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi setelah kematian.

Apa yang terjadi setelah kita mati? Apakah keberadaan kita akan lenyap begitu saja seperti halnya api lilin yang padam? Atau apakah hipotesis mengenai jiwa itu benar adanya – tetapi ke mana kita akan pergi setelah itu? Apakah kita akan bersatu dengan suatu eksistensi yang kita sebut sebagai “sang awal mula”, dan menjadi kehilangan eksistensi kita sebagai satu individu untuk kemudian melebur sebagai satu eksistensi lain yang lebih besar yang meliputi seluruh alam semesta? Apakah kita akan dipisah-pisahkan berdasarkan hitam dan putih – surga dan neraka, untuk menjalani kebahagiaan kekal maupun penderitaan tak berakhir? Apakah kita akan mengalami kelahiran kembali, untuk selanjutnya berputar-putar dalam siklus kehidupan dan kematian yang tak berujung? Ataukah kita akan menjalani pengembaraan abadi sebagai jiwa-jiwa, di mana kematian ternyata hanyalah merupakan bentuk lain dari kehidupan?

Apapun itu, kita takkan pernah tahu, sebab sebagai manusia dengan kesadaran yang sekarang, ini adalah kehidupan kita (sebagai manusia) yang pertama kali, dan hingga saat ini belum ada orang yang kembali dari kematian untuk membenarkan salah satu dari hipotesis-hipotesis yang kita kembangkan, ataupun menyediakan suatu teori lain mengenai kehidupan setelah kematian.

Intinya, tulisan ini tidak memiliki inti. Tulisan ini hanyalah sekeping buah pikiran di kala senggang. Beberapa orang menikmati proses berpikir ini dan berusaha untuk mencari jawaban-jawaban yang dapat diterima oleh akal dan nalar, sementara beberapa orang lain membebaskan diri mereka dari kungkungan pertanyaan serta kemungkinan jawaban lalu menyerahkan diri pada keyakinan dan kepercayaan.

Jalan manapun yang kita putuskan untuk ditempuh, saya rasa tidak masalah. Pengetahuan memang tidak ternilai harganya, namun kadangkala justru keyakinan dan kepercayaanlah yang mampu mendamaikan hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s