Membenci


Membenci sesuatu atau seseorang adalah wajar-wajar saja. Bahkan, membenci sesuatu atau seseorang tanpa alasan pun adalah wajar-wajar saja, sebab perasaan benci adalah hal yang lumrah dialami oleh semua manusia yang berperasaan.

Membenci dalam batas kewajaran adalah normal. Yang tidak sehat adalah membenci tanpa mau berhenti membenci. Kebencian terhadap sesuatu atau seseorang pada umumnya akan surut seiring berjalannya waktu, kecuali jika kita terus memupuk dan menyuburkannya setiap hari.

Jika saya membenci sesuatu, maka saya akan membencinya dengan sepenuh hati hingga batas waktu tertentu dan saya merasa bosan dan/atau tersiksa karena perasaan benci saya itu, kemudian saya akan bertanya pada diri sendiri, “Mengapa saya membenci hal tersebut?”

Kalau saya belum mengetahui alasan saya membenci, maka saya akan merasionalisasi perasaan benci itu dan mencari tahu asal usulnya. Singkatnya, saya menghakimi diri sendiri secara objektif. Pada kebanyakan kasus, setelah mengetahui penyebab dari rasa benci itu, maka perasaan benci tersebut akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya, sebab manusia secara natural memang tidak menyukai membenci sesuatu atau seseorang.

Tidak ada gunanya menganggap perbuatan membenci sebagai sesuatu yang jahat dan “berasal dari luar”, atau sebenarnya benci tapi berpura-pura tidak benci, sebab biasanya penyangkalan seperti itu malah memperlama proses berhenti membenci. Kita harus memahami bahwa sebagai manusia, kita memiliki kemampuan untuk merasakan benci, dan bahwa sesekali kita pasti akan membenci sesuatu atau seseorang. Kebencian adalah perasaan, dan seperti semua jenis perasaan lainnya, kita harus belajar untuk mengendalikannya.

Jadi, kalau mau membenci, ya benci saja, sepanjang kebencian itu masih bisa dikendalikan dan tidak terus-terusan dipupuk, sebab kebencian adalah sesuatu yang lebih menghancurkan ke dalam daripada menghancurkan ke luar. Bencilah apapun yang ingin Anda benci, tetapi jangan lupa untuk berhenti membenci dan kembali mencintai.

“Kebencian itu tidak kreatif.”
–Dr. John Stillingfleet
(Agatha Christie, “Gadis Ketiga“)

Advertisements

One thought on “Membenci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s