Pada Suatu Siang


Sewaktu berada di angkot siang tadi, ada dua penumpang yang duduk tepat di belakang bangku supir, dan keduanya mengenakan seragam putih biru. Mereka naik sebelum saya naik dan turun sebelum saya turun. Ketika mereka turun, mereka saling bertukar “dadah” dan “yo!” dengan si supir, yang setelah menurut pengamatan saya usianya sebaya dengan kedua penumpang berseragam SMP tersebut. Tanpa membayar, mereka pun langsung berjalan pergi dan angkot kembali berjalan.

Penjelasan yang paling logis tentunya adalah mereka sudah membayar sebelum saya naik, atau seperti yang kadang terjadi, kedua penumpang itu adalah teman si supir, dan biaya menumpangnya digratiskan. Namun, dasar romantisme liar yang munculnya tidak terkendali, atau mungkin karena saat itu saya sedang memutar playlist yang isinya lagu-lagu Taylor Swift, atau mungkin sekadar gangguan keseimbangan hormon, maka saya memilih untuk membayangkan skenario tersebut sebagai dua anak manusia dengan usia yang sebaya, yang dibimbing oleh mimpi-mimpi masa muda yang kemungkinan hampir sama, namun memiliki jalan hidup yang sungguh berbeda.

Dan, untuk sesaat ketika itu, entah mengapa saya merasa sedih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s