(Hanya) Sepotong Malam (Yang Kemudian Berkembang)


Saat matahari telah pulang ke rumahnya yang jauh
Dan bulan mengintip malu bagai remaja yang galau
Aku ingin bercerita padamu
Tentang apa yang terjadi pada malam-malam kelabu
Atau pada malam-malam yang tidak kelabu
Sebab aku tahu, dan kurasa kau pun perlu tahu
Ada beberapa kisah yang kata orang masih tabu
Yang katanya bahkan lebih hina daripada babu
Sayangnya, justru merekalah yang palsu
Menutup mata dan telinga terhadap dunia yang katanya kacau
Apa sih yang mereka tahu tentang itu?
Oleh karena itu aku ingin bercerita padamu
Tentang kisah-kisah mereka yang sendu
Yang kelak akan berlalu dan hilang tergerus waktu
Sebab entah siapa lagi tempat untuk mengadu
Karena nasib adalah satu-satunya yang diadu
Tahukah kau, tidak semua cerita adalah madu
Jadi, Sayang, dengarkanlah kisahku
Sebab tidak semua orang seperti kau
Dan tidak semua orang seperti aku

Ada yang sedang berjalan tertatih
Di tengah malam dingin yang sunyi sepi
Tubuh kecilnya tak lagi sanggup menahan beban yang ringkih
Menapaki jalan yang lengang seorang diri
Menyeret langkah sambil menggumam lirih
Keringat di pelipis dan buku-buku jari memutih
Bait-bait kehidupan yang tak lagi terasa pedih
Ia tak lagi punya waktu untuk merasa sedih
Sebab dunia menggarami luka tanpa peduli akan perih
Dan tubuh kian hari kian memipih
Namun mereka terus berjuang meski merintih
Karena berharap seseorang akan berbagi kasih
Meski riwayat dan hikayat tak lagi bersih
Menatap piring di atas meja, merindukan datangnya rezeki
Membanting tulang demi mendapatkan sesuap nasi
Adakah seorang yang mau peduli?
Sebab yang lain hanya melintas dengan naik mobil Mercy
Berbunyi tak-tik-tuk oleh karena sepatu hak tinggi
Tak sejenak pun perhatian mereka teralih
Serta tak satupun menoleh walau hanya sekali

Dan ada pula wahai para neng geulis
Yang senantiasa mengundang cibiran sinis
Dari mulut mereka yang bisanya hanya meratap miris
Yang hanya tahu dan hanya mau tahu tentang rambut yang kelimis
Mengumbar lenguh yang terdengar dari balik dinding-dinding yang tipis
Menjajakan cinta pada barisan laki-laki berkumis
Walau hujan turun deras ataupun gerimis
Toh, harga diri melarang untuk mengemis
Maju terus – menggincu bibir dan melukis alis
Tak lagi tercium bau pasar dan jalanan yang amis
Meskipun di pagi hari ia berlumur peluh dan tangis
Tiada lagi untaian kata yang sanggup tertulis
Yang penting hanyalah malam-malam yang laris
Sebab tak ada lagi yang tersisa kecuali senyum yang manis
Entah apa kau lihat di balik itu ia meringis
Ada saatnya ketika asa tampaknya telah habis
Dan semangat hanyalah sisa-sisa yang sudah terkikis
Jadi mungkin ini tak lebih dari sekadar pernyataan retoris
Marilah kita lupakan derita sejenak, karena ini hari Kamis
Seberapa mahal kau jual cintamu hari ini, manis?

Lalu di mana kalian, wahai para kaum elit?
Mengapa kalian selalu begitu pelit?
Mengaku-aku sebagai korban situasi terjepit
Ada apa-apa selalu berkelit
Menyusun skenario yang kian berbelit-belit
Toh, nyatanya sedang menimbun lemak dan duit
Ataukah kalian sebenarnya sedang mengurus pailit
Menyembunyikan utang-utang yang kian membukit
Padahal kalian tertawa hingga perut melilit
Dan memuaskan nafsu hingga ikat pinggang makin sempit
Leher menggelambir dan kalian hanya peduli t*tit
Ih, amit-amit!
Kalian bilang ini zaman serba sulit
Seakan-akan nasib kalian juga sama pahit
Nyatanya ke mana-mana selalu ada yang mengapit
Kalian bilang hanya tinggal tulang berbungkus kulit
Padahal di balik pakaian adalah selulit
Dan satu-satunya penyakit adalah sembelit
Maka renungkanlah ini dengan perut yang membuncit
Sebab kalian sakit, kalian sakit!

Makassar, 9 Oktober 2014
Hari Kamis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s