Milliarium Aureum*


Ada sebuah jalan
Di antara beribu-ribu jalan lainnya
Dan akhirnya kupilih satu
Untuk mulai menapakkan kaki

Entah ke mana jalan ini akan berujung,
dan rahasia-rahasia apa yang disimpannya
Apakah aku yang memilihnya,
ataukah dia yang memilih aku?

Angin berhembus dan menerbangkan pasir-pasir halus yang membuat mata terasa perih
Semilir sepoi-sepoi membawa wangi rumput dan pepohonan
Bau tanah dan udara lembab mengisi ke dalam paru-paru
Serta terik matahari yang menguapkan keringat dari pori-pori

Ke mana jalan ini akan membawaku?
Begitupun, apakah itu penting?
Sebab semua tengah berjalan tanpa pernah tahu
Apa yang menanti ketika jalan ini berakhir

Sejauh mata memandang
Yang terlihat hanyalah beribu-ribu jalan lain
Di mana awalnya, dan di mana akhirnya,
Apakah ada yang tahu? Akankah ada yang tahu?

Kita begitu tanpa pegangan
Hanya berbekalkan kompas, peta, dan penunjuk arah
Namun milik siapakah yang paling benar,
Sementara belum seorang pun telah menyelesaikan setapaknya?

Laut dan gunung, bukit dan lembah
Ke mana kita akan menuju?
Ke mana kita harus melangkah?
Apakah kita tersesat?

Seiring matahari terbenam
Dan dinginnya malam mulai menggigit
Membawa pikiran-pikiran penuh keraguan
Salahkah jalan yang telah kupilih? Haruskah aku berbalik?

Ada beribu-ribu jalan
Yang begitu tanpa petunjuk
Haruskah kita memilih satu?
Bolehkah aku membuat jalanku sendiri?

Mengapa harus jalan? Si hati nurani berbisik
Mengapa harus jalan?
Kemudian aku melihat
Bahwa ternyata tidak ada jalan sama sekali

Sebab ribuan jalan tersebut
Ternyata saling bertumpang tindih, bercabang dan menyatu, menyatu lalu bercabang
Tanpa adanya batasan yang jelas antara satu sama lain
Karena sesungguhnya semuanya adalah satu

Sebab tak ada awal maupun akhir
Karena awal dari sebuah jalan adalah akhir dari jalan lainnya
Dan akhir dari sebuah jalan, adalah awal dari jalan yang baru
Lalu akhirnya semua menjadi jelas

Mengapa peta-peta kita, kompas-kompas kita, tak pernah ada kesamaan
Sebab peta-peta itu, kompas-kompas itu, tak pernah diciptakan untuk digunakan secara terpisah
Melainkan merupakan pecahan-pecahan kecil dari suatu cetak biru yang lebih besar
Di mana ribuan jalan-jalan kecil itu ternyata adalah satu jalan besar

Jalan yang besarnya melampaui kita semua
Sehingga kita tak menyadari bahwa ia adalah satu
Jalan besar yang telah kita kotak-kotakkan berdasarkan ilusi
Menjadi ribuan jalan kecil yang kita anggap saling terpisah

Bukankah lucu,
Bahwa kita tak saling bertegur sapa hanya karena berlainan jalan?
Bukankah aneh,
Memperdebatkan perbedaan yang sebenarnya sama?

Sebab beberapa orang demikian sibuknya melangkah
Tanpa pernah sempat berhenti untuk melihat sekelilingnya
Bahwa meskipun jejak langkah yang ditinggalkan tiap orang adalah berbeda-beda
Namun bukankah kita semua sama-sama sedang melangkah?

Ke mana arahnya, dan dari mana asalnya,
Bukankah kita semua tinggal bertanya pada hati nurani masing-masing?
Sebab bukankah kita semua memahami, jauh di dalam lubuk hati kita,
Bahwa kita tetap setia melangkah untuk mencapai [yang belum terdefinisi]?

Sebab jalan yang besar ini, adalah jalan yang sakral
Di mana kita begitu kecil sekaligus begitu besar
Penting sekaligus tak bermakna
Tak berharga sekaligus tak ternilai

Maka kemudian kita akan tahu
Bahwa tak penting lagi jalan mana yang kita ambil
Atau seberapa jauh kita telah melangkah
Sebab dalam perjalanan ini, jarak dan waktu tak ada artinya

Selama kita tetap melangkah, dengan setiap langkah kecil yang kita pijak
Adalah sebuah langkah untuk menuju pencapaian agung
Di mana awal dan akhir adalah berada di dalam diri kita masing-masing
Suatu tempat suci di mana hanya ada kita dan Sang Ilahi.



*Milliarium Aureum

Tulisan terkait: Jejak Duniawi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s