Karakter dan Kejujuran


Beberapa waktu yang lalu saya membantu salah seorang dosen senior untuk menginput nilai ujian praktikum mahasiswa. Saat sedang menyortir lembar jawaban yang sudah terkumpul, satu lembar kertas menarik perhatian saya.

Lembar jawaban itu, kesepuluh jawabannya ditandai benar dengan centang, namun diberi nilai 90. Awalnya saya menyangka terjadi kesalahan pemberian nilai, sehingga saya akhirnya memeriksa ulang jawaban-jawaban pada kertas tersebut.

Setelah dicek, ternyata pada jawaban nomor dua terdapat tulisan kecil “meniru”. Saya mengklarifikasi pada dosen senior yang bersangkutan dan diberi tahu bahwa semua lembar jawaban ujian diperiksa dan diberi nilai sendiri oleh masing-masing mahasiswa. Artinya, mahasiswa itu sendiri yang memberi catatan “meniru” dan menuliskan nilai 90 meskipun jawabannya benar semua.

Karena penasaran, saya kemudian mencari kontak si mahasiswa dan menghubunginya melalui LINE untuk mengucapkan terima kasih karena telah bertindak jujur sekaligus untuk menanyakan alasannya berbuat demikian. Setelah berhasil menghubungi mahasiswa yang bersangkutan, ia menjawab bahwa alasannya ialah karena terinspirasi oleh salah satu dosen yang mengampu mata kuliah tersebut, yang juga memberi ujian praktikum kali itu. Kebetulan, inisial si mahasiswa dan dosen yang dimaksud adalah sama, yakni GL.

Saya kehilangan kata-kata. Teringat suatu waktu saya pernah mendengar dosen GL memberi pesan-pesan pada mahasiswa mengenai kejujuran. Kira-kira seperti ini katanya, “Kalau Anda diberi kesempatan untuk memeriksa ujian masing-masing, apakah ada kemungkinan ada yang curang? Tentu saja. Tetapi yang kami (dosen) lakukan adalah memberi Anda kesempatan dan pilihan untuk berbuat jujur. Jika toh nantinya Anda memilih untuk tidak jujur, itu adalah pilihan Anda sendiri.”

Demikianlah GL mendidik kami, murid-muridnya. Beliau mendidik karakter, mengajar kami bagaimana membentuk kepribadian yang baik untuk diri kami masing-masing. Pun saya belajar bahwa menjadi seorang pendidik tidak cukup hanya dengan berdiri di depan ruang kuliah untuk mengisi kepala mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi terlebih pada peranan dosen dalam membentuk pola pikir mahasiswanya agar dapat menghasilkan karakter manusia yang baik.

Dari peristiwa ini, saya banyak belajar sekaligus bercermin. Jika saya di posisi mahasiswa GL, akankah saya berbuat hal yang sama? Sebab sesungguhnya berbuat jujur itu gampang pada saat ada yang mengawasi, tetapi berbuat jujur pada saat tidak ada yang mengawasi dan kecil kemungkinan untuk ketahuan jika berbuat tidak jujur sungguh memerlukan keteguhan hati dan niat yang kuat.

Karakter yang jujur akan membuat kita memilih untuk berbuat jujur meskipun ada kesempatan untuk berbuat tidak jujur. Karakter yang jujur akan membuat kita memilih untuk berbuat jujur meskipun ketidakjujuran, dalam kasus tertentu, sudah dianggap wajar. Karakter yang jujur akan membuat kita memilih untuk berbuat jujur, meskipun kita tahu akan dicap sebagai “bodoh”, “naif”, dan “sok suci”.

Dalam hidup kita akan menghadapi banyak kondisi di mana ketidakjujuran lebih menguntungkan tanpa merugikan siapapun, atau ketika kejujuran justru akan merugikan diri sendiri, tetapi dengan memilih untuk tetap jujur, maka kita membangun integritas dan harga diri. Dari mahasiswa GL saya belajar bahwa apapun yang terjadi di dalam hidup, situasi apapun yang kita hadapi, namun sikap dan perbuatan kita akan selalu merupakan sebuah pilihan.

Life goes, shit happens, and eventually people would fuck us up, but our character will always be a choice. We may not be in charge of what happens to us, but we can definitely choose how to act and respond to every situation in life.

Character is a choice and hence, a decision.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s